
Jalur 'Tengkorak' Babat–Bojonegoro Darurat, Golkar dan Tokoh Masyarakat Desak Intervensi Pusat
Memicu gelombang protes dari kalangan politik dan tokoh masyarakat
BOJONEGORO – Kerusakan parah di ruas jalan nasional Babat–Bojonegoro memicu gelombang protes dari kalangan politik dan tokoh masyarakat. Kondisi infrastruktur yang dinilai sudah mencapai titik nadir ini dianggap sebagai ancaman nyata bagi keselamatan publik akibat tingginya frekuensi kecelakaan maut di jalur tersebut.
Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menginstruksikan Fraksi Golkar di DPRD untuk melakukan aksi aspirasi terbuka. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak boleh lagi menutup mata terhadap kondisi "jalur maut" yang menjadi urat nadi transportasi tersebut.
"Jangan biarkan aspal berlubang menjadi air mata keluarga. Setiap detik penundaan perbaikan adalah pertaruhan nyawa masyarakat yang tidak ternilai harganya," tegas Supriyanto dalam keterangan resminya.
Langkah Politik dan Strategis
Sebagai bentuk tindakan nyata, DPD Partai Golkar Bojonegoro telah menyusun agenda strategis yang akan dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026, meliputi:
- Penyampaian Aspirasi Terbuka: Menggelar aksi pendapat publik di Rumah Aspirasi DPD Partai Golkar Bojonegoro.
- Surat Resmi ke Pusat: Mengirimkan desakan tertulis kepada Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Bina Marga, dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
- Koordinasi Lintas Sektoral: Meneruskan aspirasi ini ke Komisi V DPR RI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Pemerintah Kabupaten Bojonegoro guna memastikan penanganan terpadu.


